Masa keemasan
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Istilah masa keemasan adalah metafora yang digunakan untuk suatu masa dimana karya-karya besar banyak dihasilkan.[rujukan?] Istilah ini berasal dari istilah para penulis puisi Yunano dan Romawi Kuno dimana manusia hidup pada utopia (negara yang sempurna), murni, dan abadi.
[sunting] Masa keemasan dalam sejarah
Berbagai kebudayaan di dunia pernah mencapai masa keemasan, yang ditandai dengan tingginya hasil karya seni, ilmu pengetahuan, sastra, dan filosofi. Contohnya antara lain
- Masa keemasan Athena, Yunani Kuno, dibawah pimpinan Pericles,
- masa keemasan Romawi,
- masa keemasan India, abad ke-3 hingga abad ke-6 M, dimana bangsa India mencapai keemasan di bidang matematika, ilmu pengetahuan, kebudayaan, agama, filosofi, dan astronomi pada masa Kemaharajaan Gupta,
- masa keemasan Islam, dari permulaan Islam (622) hingga serangan terhadap Bagdad (1258),
- masa keemasan Cina, sekitar 1000 M dibawah Dinasti Tang,
- masa keemasan Yahudi di Iberia, 900-1100,
- siglo de oro (dari bahasa Spanyol yang artinya "zaman keemasan"):
- Imperium Spanyol yang menjadi adidaya dunia pada abad ke-16 hingga abad ke-17,
- masa keemaan Spanyol di bidang seni, abad ke-17,
- masa keemasan Inggris, pada pemerintahan Ratu Elizabeth I (1558–1603),
- masa keemasan Belanda, abad ke-17,
- masa keemasan Polandia, abad ke-16 hingga awal abad ke-17,
- grand siècle (dari bahasa Perancis yang berarti "abad yang besar"), pada masa pemerintahan Louis XIII dan Louis XIV,
- era genroku, dianggap sebagai masa keemasan sastra, drama dan kesenian Jepang (1688-1704), dan
- masa keemasan Britania (1837-1901), pada masa Ratu Victoria.
Selain itu, istilah "masa keemasan" sering dipakai untuk masa munculnya trend tertentu atau pencapaian prestasi-prestasi tertinggi di bidang musik, seni, budaya, ilmu pengetahuan, sastra, olahraga, dan lain-lain. Contohnya adalah masa keemasan hip hop (1986-1993) di bidang musik, dan masa keemasan relativitas umum (1960-75) di bidang fisika.
